artikel
Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC): Masa Depan Sistem Keuangan Global
24/02/2026 07:10 publisher_artikel 0

Perkembangan teknologi finansial tidak hanya mengubah layanan perbankan, tetapi juga memengaruhi sistem moneter global. Salah satu inovasi paling strategis adalah Central Bank Digital Currency (CBDC), yaitu mata uang digital yang diterbitkan langsung oleh bank sentral. Berbeda dengan cryptocurrency, CBDC berada di bawah kendali otoritas moneter dan dirancang untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Menurut laporan dari Bank for International Settlements (BIS) melalui www.bis.org, banyak bank sentral di berbagai negara sedang meneliti dan menguji implementasi CBDC sebagai respons terhadap pertumbuhan pembayaran digital. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mempertahankan kedaulatan moneter di era ekonomi digital.

Selain itu, International Monetary Fund (IMF) dalam publikasinya di www.imf.org menjelaskan bahwa CBDC berpotensi memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan tradisional. Dengan infrastruktur digital yang tepat, distribusi bantuan sosial maupun transaksi lintas negara dapat dilakukan secara lebih cepat dan transparan.

Di Indonesia, arah digitalisasi sistem pembayaran juga menjadi perhatian Bank Indonesia melalui www.bi.go.id yang terus mengembangkan inovasi pembayaran digital sebagai bagian dari transformasi sistem keuangan nasional.

Namun, penerapan CBDC tetap menghadapi tantangan, mulai dari keamanan siber, perlindungan data, hingga dampaknya terhadap stabilitas perbankan komersial. Oleh karena itu, implementasi CBDC memerlukan regulasi yang matang dan pengawasan yang ketat.

Ke depan, mata uang digital bank sentral berpotensi menjadi fondasi baru sistem keuangan global. Integrasi antara teknologi dan kebijakan moneter akan menentukan bagaimana industri keuangan beradaptasi dalam era digital yang semakin terhubung.