Perkembangan teknologi mendorong lahirnya konsep open banking, sebuah sistem yang memungkinkan lembaga keuangan berbagi data nasabah secara aman melalui Application Programming Interface (API). Open banking membuka peluang kolaborasi antara bank, fintech, dan penyedia layanan digital untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih terintegrasi dan efisien.
Menurut laporan dari Bank for International Settlements (BIS) melalui www.bis.org, open banking berpotensi meningkatkan persaingan di sektor keuangan sekaligus memperluas inovasi layanan digital. Dengan akses data yang terstandarisasi, perusahaan dapat menghadirkan produk keuangan yang lebih personal dan berbasis kebutuhan pengguna.
Selain itu, analisis dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di www.oecd.org menekankan bahwa implementasi open banking harus diiringi perlindungan data dan regulasi yang ketat. Keamanan informasi menjadi aspek krusial agar integrasi sistem tidak menimbulkan risiko kebocoran data atau penyalahgunaan informasi finansial.
Di Indonesia, transformasi digital sektor keuangan juga diarahkan untuk mendukung interoperabilitas sistem pembayaran. Bank Indonesia melalui www.bi.go.id terus mendorong inovasi sistem pembayaran digital sebagai bagian dari modernisasi infrastruktur keuangan nasional.
Open banking menghadirkan peluang besar bagi pelaku industri untuk berkolaborasi, namun juga meningkatkan kompetisi. Lembaga keuangan yang tidak beradaptasi dengan integrasi digital berisiko kehilangan pangsa pasar. Ke depan, keberhasilan industri keuangan akan ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem yang terbuka, aman, dan berbasis teknologi.